PELAJARAN 3.1: BERSUCI. WUDHU

wudhu

Bersuci ( Thaharah )


  1. Thaharah atau bersuci secara maknawi (batin) berarti : Membersihkan hati dari kekufuran dan nifaq dan dari kebencian kepada saudaranya  Muslim.
  2. Thaharah secara Hissy (lahir) adalah : Membersihkan sesuatu yang dapat membatalkan thaharah lahiriyah, seperti kencing, bersetubuh dan lainnya.

Atau menghilangkan kotoran-kotoran seperti kencing dan buang air besar

Wudhu’

Alloh Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فاغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُواْ بِرُؤُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَينِ

Hai orang-orang yang beriman jika kalian berdiri( bangun tidur) untuk sholat basuhlah oleh kalian muka-muka kalian dan kedua tangan kalian sampai siku-siku dan usaplah kepala kalian  (dengan air) dan basuhlah kaki sampai mata kaki ( QS Al-Maidah ayat : 6)

Keutamaan Wudhu’

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إذا توضأ العبد المسلم أو المؤمن فغسل وجهه، خرج من وجهه كل خطيئة كان بطشتها يداه مع الماء أو مع آخر قطر الماء ، فإذا غسل رجليه خرجت كل خطيئة مشتها رجلاه مع الماء أو مع آخر قطر الماء، حتى يخرج نقياً من الذنوب. رواه مسلم

Dari abu Hurairah semoga Allah meridhoinya berkata: Bersabda Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam: Apabila seorang hamba muslim atau mukmin berwudhu lalu membasuh mukanya, maka keluarlah dari wajahnya seluruh kesalahannya yang pernah ia pandang dengan kedua matanya bersama air atau tetesan air terakhir. Apabila ia membasuh kedua tangannya, maka keluarlah dari kedua tangannya seluruh kesalahan yang pernah diperbuat tangannya bersama air atau tetesan air terakhir. Apabila ia membasuh kedua kakinya maka keluarlah seluruh kesalahan yang pernah dijalaninya bersama air atau tetesan air terakhir sampai ia keluar dalam kondisi bersih dari dosa-dosa (HR Muslim)

عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مفتاح الصلاة طهور. رواه أبو داود والترمذي

Dari Ali bin Abi Tholib berkata: bersabda Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam: Kunci sholat adalah suci (HR Abu Daud dan Tirmidzi)

 

Syarat-syarat Wudhu

  1. Niat (bermaksud akan bersuci)
  2. Menggunakan air suci. Air suci: air hujan, laut, sumur. Air tidak suci: air yang bercampur najis (materi yang tidak suci), sehingga berubah rasa, warna atau baunya seperti air comberan.
  3. Menghilangkan sesuatu yang menutupi kulit atau menghalangi air sampai ke anggota pada saat berwudhu.

 

Sifat Wudhu :

Rukun Wudhu

  1. Niat
  2. Membasuh seluruh muka (ditambah berkumur dan menghirup air ke hidung)
  3. Membasuh kedua tangan sampai siku
  4. Mengusap kepala
  5. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki
  6. Urut dan bersambung.

Sunnah-sunnah Wudhu

  1. Membaca: Bismillah
  2. Membasuh kedua tangan tiga kali (wajib selepas bangun tidur) serta menyela-nyela jari-jari
  3. Berkumur dan menghirup air ke hidung tiga kali
  4. Membasuh muka tiga kali
  5. Menyela-nyela jenggot
  6. membasuh tangan kanan hingga siku kemudian tangan kiri sebanyak tiga kali
  7. Mengusap kepala bagian depan dan belakang kemudian telinga
  8. Membasuh kaki kanan hingga mata kaki kemudian kaki kiri tiga kali
  9. Berdoa usai wudhu supaya menghimpun antara suci lahir dan batin.

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، اللهم اجعلني من التوابين واجعلني من المتطهرين.

Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah semata tanpa sekutu dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya

Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci

Pembatal Wudhu (Hadats Kecil)

1-Kencing, buang air besar atau kentut

2-Tidur pulas atau hilang kesadaran

3-Menyentuh kemaluan tanpa penghalang (disertai syahwat)

4-Makan daging unta

Mengusap alas kaki

عن المغيرة بن شعبة رضي الله عنه قال : كنت مع النبي صلى الله عليه وسلم: وهو يتوضأ فأهويت لأنزع خفيه، فقال : دعهما فإني أدخلتهما طاهرتين، فمسح عليهما رواه البخاري ومسلم .

Dari Mughiroh bin Syu’bah berkata: “Aku pernah beserta Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam sedang beliau tengah wudhu maka aku bermaksud menanggalkan kedua terompah beliau, lalu beliau bersabda: Biarkan keduanya karena sesungguhnya aku memakainya dalam keadaan suci. Maka beliau mengusap keduanya” (HR Bukhari dan Muslim)

Syarat Mengusap

  1. Dalam kondisi suci ketika memakainya
  2. Keduaanya bersih dari najis
  3. Wajib mengusap tidak melebihi waktu yang telah ditentukan

Bagi orang yang tidak bersafar : sehari semalam (24 jam)

Bagi musafir : Tiga hari tiga malam (72)

Perhatian: waktu dimulai pada saat pertama kali mengusap setelah batal

  1. Menutup tempat (anggota) yang wajib dibasuh
  2. Kedua alas/terompah halal

Sifat Mengusap

  1. Kedua tangan dibasahi
  2. Melewatkan tangan pada bagian luar atas tapak kaki (dari ujung jari hingga permulaan betis)
  3. Kaki kanan diusap dengan tangan kanan sedang kaki kiri dengan tangan kiri 

Pembatal Usapan

  1. Menanggalkan kedua alas/ kaos kaki
  2. Hal-hal yang membatalkan wudhu
  3. Habisnya waktu (masa mengusap)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*