Olah Raga, Refreshing, Silaturrahmi, dan Ustadz Abdullah Taslim Hafidzahullah, Serta Peristiwa yang Bikin Jantung Berdegub Kencang

 

whatsapp-image-2016-09-16-at-00-29-31
Tim Ma’had Assunnah siap action
Pertandingan futsal yang mempertemukan para abdi Ma’had Assunnah dan Ma’had Abu Hurairah di lapangan Rembige Futsal, Sayang-sayang, Kotamadya Mataram, cukup bermakna kendati terbumbui peristiwa mengagetkan. Acara yang berlangsung pk 8.30 pagi hingga 16.00 sore tersebut tak hanya sebagai sarana refreshing, membakar kalori, namun juga sebagai panggung silaturrahmi, apalagi tanpa diduga dalam acara ini hadir juga Ustadz Abdullah Taslim yang sedang berkunjung di Lombok.
 
Kamis (15/9) pagi, hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, anggota futsal yang menyatakan diri bergabung usai sholat subuh sudah ada di Ma’had Assunnah, tidak menunggu lama rombongan yang terdiri dari 3 mobil langsung bertolak. Jam 8 lewat sekian menit sudah tiba di lokasi, dengan sedikit pemanasan pertandingan dimulai, masing-masing grup terdiri dari 5 orang. Mobil yang saya tumpangi agak telat, hingga harus menunggu giliran di pertandingan berikutnya.
 
Seperti biasa, pertandingan persaudaraan antar abdi duo Ma’had yang beraliran sama ini selalu ketat layaknya El-Clasico ehm…, adu gengsi pun tak bisa dielakkan. Namun demikian pertandingan persaudaraan mini ini diminnta berjalan manis, anggun, dan sportif, sebab mottonya: “Tunjukkan kehebatan, bukan keganaasan”. Intinya,
لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ
Tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri ataupun orang lain. [HR: Ahmad]
 
Kendati demikian, kecelakan kecil tak disengaja tetap tidak bisa dihindari, namanya juga futsal bukan permainan kelereng, benturan fisik sesuatu yang pasti. Hingga baru beberapa menit pertandingan grup pertama berjalan, pemain Abu Hurairah ditandu keluar, cedera lama berdarah kembali alias kambuh.
 
Futsal sama dengan olah raga lainnya, sebelum bermain pamanasan sepertinya lazim dilakukan, ibarat mesin yang digunakan sebelum panas pasti bakal mengalami kerusakan, begitu pula badan, sebelum bergerak lebih kencang, hendaknya dipanasi terlebih dahulu dengan gerakan-gerakan ringan agar tak menimbulkan keram atau cedera. Maka, teman-teman selalu diingatkan, sebab keselamatan lebih utama, juga mereka diminta tegas agar tak terlalu beradu fisik. Kalah tapi selamat lebih baik daripada menang namun cedera. Tapi saya sendiri selalu memilih menang dan tidak cedera..uhuui…
 
Berbeda dengan pertandingan sebelumnya, kali ini Tim Lotim mempunyai misi pulang harus membawa kemenangan. Terkait hal ini, Ustadz Abdullah yang menjadi kepala suku segera mengatur strategi. Rencananya sejak kick off hingga pukul 14.00, tim-tim yang telah terbentuk tetap main seperti biasa tanpa rotasi dan pergantian, juga tidak serius alias bejorak-jorak tak masalah, kendati skor dihitung. Namun setelah pukul 14-16, untuk cari menang, bermain harus serius dengan tim yang berisikan pemain-pemain andalan, dan bila pemain yang telah dipilih hanya jadi ‘lelongkak’ bakal dibakucadangkan.
 
Pk 8.30 hingga pk 14 pertandingan berjalan seperti yang diharapkan kedua kubu. Tim-tim Lotim secara bergantian menghadapi tim-tim Lobar, seperti pertandingan sebelumnya Lobar tetap menerapkan strategi rotasi dan pergantian, jika lawannya terlihat kuat, tak segan pemain yang terhitung ‘hanya penyempurna rukun’ segera diganti. Jual beli gol tersaji dalam setiap pertandingan. Para penonton yang memenuhi meja terus menyemangati timnya.
 
Di tengah kemeriahan yang beraroma hepi-hepi, riang gembira, damai sentosa, bahagia ceria suka-suka itu, tetiba muncul sosok yang dihormati-kagumi, yakni Ustadz Abdullah Taslim. Teman-teman yang tidak pernah melihat langsung secara dekat, segera menjabat sopan tangannya sembari mengucapakan salam dan tutur kata lainnya, termasuk pewarta. Ternyata Ustadz yang merupakan praktisi poligami itu bukan cuma sekedar hadir namun juga turut memeriahkan acara. Duduk sejenak bersama Ustadz Abdullah Husni, sepatu bola yang tengah ditenteng segera dipakai dan langsung masuk lapangan. Dilihat dari cara olah bolanya, banyak menduga sepertinya dulu beliau senang futsalan juga.
 
Sesaat sebelum sesi pertama berakhir pukul 14.00, secara mengejutkan kami mengungguli tim Lobar, skor sementara: 35-34. Tipis, namun cukup memuaskan apalagi sebelumnya tertinggal beberapa digit, dan ini berarti kami siap melumat mereka pada sesi berikutnya cieee ehm…
 
Usai sholat dzuhur dan makan siang, beberapa menit sebelum sesi kedua kick off, menggunakan strategi yang telah direncanakan, Ustadz Abdullah memilih pemain yang bisa diandalkan termasuk kiper yang tidak ‘hobi’ blunder. Terbukti, lewat Kaki Ustadz Syukur bukan Hakan Syukur, gol-gol mengalir deras hingga Tim Lobar mulai putus asa. Ustadz David Koordinator acara yang merupakan pemain sekaligus penggawa Lobar mondar-mandir ‘belauk-bedeye’ terlihat galau hehehe…
 
Oya, tidak lama sejak pertandingan sesi kedua berjalan, mendadak striker Lobar terserang asma/sesak nafas, peristiwa ini sempat membuat jantung berdegup kencang, sebagian gemetar melihatnya. Pasalnya, pemain berwajah china itu seperti tersedak keras dan tampak akan mati. Namun qaddarallah dari para pemain dua di antaranya dokter hingga langsung bisa ditangani di tempat dan alhamdulillah pulih kembali.
Pertandingan tetap dilanjutkan, kendati sempat mengejar dan bikin deg-degan, sampai peluit terakhir, Tim Lotim tetap unggul 45-43 dan pulang membawa kemenangan. Usai bersalaman, offecial Lobar Pak Syarif mengakui strategi Tim Lotim kali ini lebih baik. “ Lain kali kami harus mengatur strategi lebih jitu,” katanya sembari tersenyum lembut-tipis khas orang kalah hehe…
 
Pertandingan persaudaran serupa ini bukan yang pertama, sudah beberapa kali digelar di tempat dan hari yang berbeda. Banyak hikmah yang dapat diraup, selain sebagai sarana refreshing, membakar kalori, juga merupakan wahana silaturrahmahmi bahkan ta’aruf satu sama lain. Banyak di antara kawan-kawan Lobar yang tadinya tidak kenal sama sekali, berulangkali ketemu. Hasilnya? Akrab satu sama lain. Dan masih banyak hikmah bermanfaat lainnya. Bagaimana dengan Anda, pernah gelar acara yang sama?
 
Sabtu, 16 Sep. 16
 
[Marwan AM, حفظه الله تعالى وغفر الله لوالديه]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*