Mentang-mentang Hebat Karate, Diingatkan Angkuh, ini Akibatnya

images (1)Dari orang yang dapat kupercaya, aku dituturkan sebuah kisah. Disebutkan, ada seorang pemuda, mahir ilmu karate, bersabuk hitam, berbadan kekar, juga berotot, namun dirinya kerap berkubang dengan maksiat. Suatu hari oleh temannya, ia diingatkan akan Allah, diingatkan akan kematian,  dan diingatkan akan azabNya. Namun bukannya insaf, sebaliknya, malah mengejek, menghina, dan sama sekali tak mengubris apa yang diingatkan temannya.

‘Baik,’ kata temannya, ‘Bagaimana jika malaikat datang saat kamu melakukan maksiat, apa yang akan kamu lakukan?’

Temannya, tidak lebih hanya ingin menakut-nakutinya dengan hukuman Allah, dan mengingatkannya akan kematian. Akan tetapi apa jawaban pemuda tersebut?

‘Kalau malaikat itu datang, aku akan menghadapinya dengan karateku. Saya rasa cukup satu pukulan saja, ia akan terkapar,’ ucapnya pongah.

Tak lama ucapan angkuh itu keluar dari mulutnya, mendadak pemuda itu mengalami goncangan berat, pada saat itu kami sedang duduk.

Ngerinya, saat mengalami goncangan, berulangkali mukanya nyungsep ke tanah, tepatnya, nyungsep lalu terangkat dan kembali nyungsep tanpa terlihat ada yang melakukannya.  Melihat adegan naas itu, kami pun segera meraihnya, lalu saat ia sudah mulai tenang, kami lekas membersihkan badan dan membasuh mukanya.

Saat ditanya apa yang terjadi dengannya? “Seperti ada orang dengan tongkat memukul keras pundakku, saking kerasnya, aku pun nyungsep seperti yang kalian saksikan,” katanya meringis.

Lalu siapa gerangan yang melakukannya? “Tidak tahu,” katanya dipenuhi rasa ngeri.

‘Kenapa kamu tidak berikan dia pukulan karatemu?!,’ seloroh temannya

‘Bagaimana memukulnya, saat tergoncang rasanya seperti di ambang maut,’ ucapnya ketakutan.

Akibat goncangan mendadak itu, beberapa hari pemuda itu harus terbaring keletihan dan mengalami terauma yang dalam. Walhasil dengan peristiwa apes itu ia sadar dan akhirnya bertaubat kepada Allah Azza wa Jalla.

Mendengar cerita yang ditulis Syaikh Sa’id bin Misfir Al-Qohthoni dalam buku kecilnya, Al-Hidayah, saya jadi teringat hadist Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam:

 وقيل: أبي إياس سلمة بن عمر بن الأكوع رَضِيِ اللَّهُ عَنْهُ أن رجلاً أكل عند رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم بشماله فقال: كل بيمينك قال: لا أستطيع. قال لا استطعت! ما منعه إلا الكبر، فما رفعها إلى فيه. رَوَاهُ مُسْلِمٌ

 

Disebutkan oleh Abu Iyas Salamah bin Umar Al Akwa’ radhiallahu ‘anhu, bahwa seorang lelaki makan dengan tangan kiri di hadapan Rasullullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: ‘Makanlah dengan tangan kananmu ! Ia menjawab: Saya tidak bisa. Beliau bersabda: Engkau tidak bisa ?! Tidak ada yang menghalangimu untuk makan dengan tangan kanan kecuali karena kesombongan.’ Akhirnya ia tidak bisa mengangkat tangannya ke mulutnya [HR Muslim]. Semoga bermnafaat!

Studio Satu Radio, Sabtu, 19/03/2016

Marwan AM, حفظه الله تعالى

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*