Hakikat Kemuliaan Di Sisi Allah

Tidak perlu bangga karena kita keturunan bangsawan, berdarah biru, keturunan orang sholih, mempunyai jabatan tinggi. Karena semua ini tidak otomatis membuat seorang mulia di sisi Allah, tanpa takwa dan amal sholih.

Ingat… Ketika Iblis mendapat perintah untuk sujud kepada Adam. Dia menolak serambi beralasan: aku lebih mulia dari Adam. Katanya Adam tercipta dari tanah, sementara dia tercipta dari api. Buat apa saya sujud kepadanya, sementara saya tercipta dari zat yang lebih mulia.

أَأَسْجُدُ لِمَنْ خَلَقْتَ طِينًا

“Iblis berkata, “Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?” (QS. Al-Isra: 61)

قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ ۖ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” (QS. Shod: 76)

Akan tetapi.. apakah alasan Iblis ini kemudian mengangkat kedudukannya di sisi Allah? Sebagaimana apa yang dia sangkakan?! Ia tercipta dari api; bahan yang lebih mulia dari tanah?! Apakah alasan ini kemudian membuatnya lebih mulia di sisi Allah?! hanya karena beralasan, saya berasal dari api; zat yang lebih mulia?!

Ternyata tidak…

Justru karena alasan itu membuatnya menjadi makhluk yang paling hina. Meski ia tercipta dari zat yang lebih mulia dari penciptaan Adam. Karena tidak adanya kepatuhan kepada Allah ‘azza wa jalla Sang Penciptanya. Maka tidak berguna di hadapan Allah, bila tidak ada takwa.

Kita lihat Malaikat…

Karena sebab apa mereka menjadi makhluk yang mulia? Karena kepatuhan mereka kepada Allah dan amalan mereka yang senantiasa sejalan dengan ridho Allah; mereka tidak pernah melanggar larangan Allah. Disebabkan inilah mereka menjadi makhluk yang mulia di sisi-Nya.

Allah berfirman tentang Malaikat,

لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Para malaikat itu tidak pernah mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6)

***

27 Rabi’us Tsani 1436 H

Penulis: Ust. Ahmad Anshori

Artikel Muslim.Or.Id

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*