Hafizh Cilik Penyabet Rekor Muri Itu Akan Mengunjungi Ma’had Assunnah

download
Hafizh Cilik La Ode Musa

La Ode Musa, lahir di Bangka Barat pada 26 Juli 2008, ia adalah anak pertama dari empat bersaudara. Umur yang masih sangat muda, namun mampu mengisiprasi ribuan anak dalam menghafal kitab suci Al-Qur’an layak diberikan jempol. Ia juga merupakan hafizh termuda di tanah air dan masuk rekor muri, untuk menyambut kedatangannya, terkait dirinya berikut sedikit catatan saya.

Musa, begitu dirinya dikenal dan biasa disebut, sepanjang saya ketahui hafal Al-Qur’an di usia 5,5 tahun. Mungkin jaman dahulu atau di negara lain di bawah usia itu sudah banyak anak dapat melakukannya. Tetapi untuk ukuran anak-anak Indonesia, di jaman permainan yang serba menggoda, kemampuannya terbilang dahsyat. Tak tanggung-tanggug, dengan hafalan tersebut ia mampu menyabet berbagai gelar bergengsi dalam perlombaan yang diikuti.

Gelar-gelar yang diraih di antaranya, juara I dan peserta terbaik STQ 30 juz tingkat Kabupaten dan Propinsi Bangka Belitung 2014 dan 2015, juara umum pada perlombaan yang sama, meraih rekor Muri sebagai Hafidz termuda di Indonesia, memiliki sanad, dan yang teranyar meraih terbaik ketiga di ajang lomba hafizh anak tingkat dunia di Mesir. Tak heran, anak sekecil dirinya mampu menginsiprasi anak-anak yang seumuran, bahkan dewasa dan orangtua.

Musa yang tinggal di Bangka Barat, Bangka Belitung, sepertinya termasuk anak yang teramat sangat beruntung di Republik ini. Meski lahir dari keluarga sederhana, dirinya mampu menembus dunia, mengharumkan bangsa. Bahkan di berbagai Negara ia amat dikagumi, hingga tak jarang kepala Negara ingin bertemu dengannya, seperti diberitakan presiden Mesir pernah menjamunya secara khusus. Umur, tubuh boleh kecil, namun dengan Al-Qur’an yang ada pada dirinya meninggikan derajatnya melebihi pejabat, melambungkan namanya, dan membuatnya istimewa di belahan dunia

Terkait hal ini, rasulullah shallallahu ‘slaihi sasallam pernah bersabda:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم:إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan Kitab ini (Al-Qur`an) dan Allah merendahkan kaum yang lainnya (yang tidak mau membaca, mempelajari dan mengamalkan Alquran).” [HR Muslim].

Mendengar bagaimana ayahnya, La Ode Abu Hanafi membimbing Musa, hampir mustahil dapat dilakukan banyak orangtua. Dari metode yang diterapkan, membutuhkan kesabaran super ekstra, baik bagi si anak maupun sang Ayah. Bayangakan, kabarnya menghafal delapan jam sehari, full bermain cuma sekali dalam empat hari. Maka, sebenarnya yang hebat bukan hanya Musa namun juga kedua orangtuanya. Karenanya selain Musa, yang patut diteladani adalah La Ode Abu Hanafi dan Yulianti.

13879364_637133329784493_3695871608407181859_n
Piagam Penghargaan Nasional yang diraih La Ode Abu Hanafi dan Yulianti sebagai orantua hebat

Dalam MusabaqahTilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-26 di Mataram, Nusa Tenggara Barat yang akan memperlombakan 18 lomba dan diikuti seluruh provinsi di Indonesia, yang telah dibuka Presiden Joko Widodo, Sabtu (30/7) kemarin, informasinya Musa juga hadir. Mumpung ia berada di pulau seribu masjid dan jarak antara lokasi lomba dengan Ma’had Assunnah tak begitu jauh, pihak Ma’had berinisiatif mendatangkannya. Barangkali dengan kedatangan Musa, dapat memberikan inspirasi bagi santri atau warga sekitar pesantren.

Terkait kapan ia bisa datang, wartanya masih dalam proses penentuan waktu. Penasaran? Pastikan diri antara terus mengikuti status akun ini.. hehe….Begitu kelar, insyaAllah segera infonya kami layangkan. Doakan semoga berhasil dan lancar.

Ahad, 31/7/2016

[Marwan AM, حفظه الله تعالى وغفر الله لوالديه]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*