Di Mana Imanmu? Zina di Kompleks Pekuburan

 

stop-zina (1)

Kuburan seyogianya dikunjungi untuk ingat mati, bagi siswi berinisial CL (14) dan pacarnya malah dijadikan tempat mesum. Setelah dipergoki ayahnya, ternyata perbuatan haram tersebut sudah dilakoni dua kali, yang pertama di kompleks pekuburan desanya. Di mana imanmu?

Sepertinya iman CL benar-benar dicabut dari hatinya, remaji yang masih bau kencur asal Kecamatan Wori, Minahasa Utara, Sulawesi Utara itu tertangkap basah hendak melakukan mesum bersama pacarnya. Keduanya ditemukan sudah tak berbusana di dalam kamar.

Ayahnya memergokinya saat melintasi kamar yang ditempati CL. Mendengar suara aneh dari balik tembok, tanpa pikir panjang pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai nelayan itu langsung membuka pintu kamar tersebut. Tak disangka, dua pasangan haram itu tengah bersiap-siap untuk berzina yang ketiga kali.

Ayahnya yang nyaris tidak percaya dengan apa yang telah disaksikan, langsung mengintrogasinya. Menurut pengakuannya, CL ternyata sudah melakukan perbuatan cabul itu dua kali, yang pertama di kompleks pekuburan dan yang kedua di rumah saat kedua orangtuanya di luar.

“Yang ketiga belum sempat melakukan hubungan badan karena terlebih dahulu dipergoki oleh ayah,” ujar CL seperti dilansir Kompas.com.

Berita terkait perzinahan, bahkan dilakukan siswi SD sudah bosan telinga mengonsumsinya. Apa yang mereka perbuat seakan ‘membenarkan’ sabda Nabi shallahu ‘alaihi wasallam:

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ

“Akan datang pada umatku beberapa kaum yang menghalalkan ZINA.” [HR: Bukhari]

Berzina pun sudah tak pandang tempat, tak peduli di mana saja yang penting libido liarnya terpenuhi. Bahkan kuburan yang merupakan bagian untuk ‘mengecas’ iman, dianjurkan mengunjunginya untuk ingat mati, dijadikan ajang mesum. Di mana imanmu? Terbukti apa yang disabdakan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

لَا يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ

Orang yang berzina itu tidak beriman saat dia melakukan perbuatan zina [HR:Bukhâri dan Muslim]. Juga dalam hadist yang lain,

مَنْ زَنَا أَوْ شَرِبَ الْخَمْرَ نَزَعَ اللهُ مِنْهُ اْلإِيْمَانَ كَمَا يَخْلَعُ اْلإِنْسَانُ اْلقَمْيصَ مِنْ رَأْسِهِ

Siapa yang berzina atau minum khamr maka Allah mencabut keimanan dari orang itu sebagaimana seorang manusia melepas bajunya dari arah kepalanya. [HR: Al-Hâkim].

Kendati berulangkali zina terjadi dan pelakunya dihukum moral, digelandang ke kantor polisi, tak ada sama sekali efek urung bagi calon pelaku lainnya, malah yang terjadi sebaliknya, perzinahan kian marak atas nama suka sama suka serta dikemas dengan nama yang lebih indah padahal hakikatnya sama. Jika saja hukum Islam dijalankan, insyaAllah kita tidak akan lagi mendengar anak SD, SMP, dan yang lainnya berzina.

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kamu kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akherat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman. [an-Nûr/24:2].

Dengan hukuman ini, kalau pun tidak bisa melenyapkan perzinahan di seluruh bumi Indonesia, minimal dapat mengurangi jumlahnya yang nyaris tak terbendung. Dan kita amat yakin, dengan hukum rajam, siapa pun bakal pikir-pikir dulu sebelum berzina. Dengan kata lain, berani berzina berani dirajam dan atau dipanggang di Neraka. Semoga bermanfaat!

Diolah dari:

http://regional.kompas.com/read/2016/08/23/20584721/siswi.smp.tepergok.orangtuanya.tak.berpakaian.bersama.sang.pacar

Kamis, 25 Agustus 2016

[Marwan AM, حفظه الله تعالى وغفر الله لىوالديه]

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*