Dalam Beribadah, Ada 4 Golongan Manusia

IMG-20160819-WA0002
Strowberi di sawah Ustadz. Mariandi, Sembalun, lombok

Dengan tegas Allah menyatakan, diriNya tidak menciptakan manusia kecuali untuk beribadah kepadaNya. Kendati demikian, ditaksir yang menyembah Allah jauh lebih sedikit dibanding yang berpaling. Celakanya, yang sedikit itu pun tak semuanya beribadah dengan ikhlas dan muta’abah (mengikuti tuntunan). Entah karena menentang, pongah, ikut-ikutan, kurang ilmu atau yang lainya.

Dalam beribadah, ada 4 golongan manusia

Pertama: golongan ikhlas

Golongan ini, dalam beribadah ikhlas, benar-benar dilakukan murni karena dan untuk Allah, namun ibadahnya tidak mengikuti tuntunan. Ia beribadah akan tetapi di atas kebodohan, bukan di atas pijakan dalil, seperti ahli ibadah yang jahil, atau setiap orang yang beribadah bukan seperti yang diingi Rabb-nya. Berpuasa pada hari raya ‘id misalnya. Sebab, ibadah bukan semata-mata mengenai ikhlas saja, namun juga tentang mengikuti cara yang disukai Allah Tabaraka wa Ta’ala.

Kedua: golongan mutaba’ah

Golongan ini, dalam beribadah intens mengikuti tuntunan, dilakoni atas dasar ilmu,  akan tetapi bukan karena Allah, seperti ibadahnya orang-orang yang riya. Berjihad ingin disebut pahlawan misalnya, berhaji agar di sebut pak haji contoh lain, menghafal Al-Qur’an agar disebut hafidz, belajar ilmu agar disebut ulama, dan lain sebagainya.  Semua ibadah di atas tidak akan diterima, sebab niatnya bukan karena Allah.

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.” [Surat Al-Bayyinah: 5]

Ketiga: golongan ikhlas dan mutaba’ah

Golongan ini, setiap ibadahnya, baik itu perbuatan, ucapan, cinta, benci, memberi, tidak memberi, semuanya karena dan untuk Allah juga di atas tuntunan. Dalam beribadah, ia tidak ingin diupah oleh riya, sum’ah, pujian, sombong, pongah, popularitas, dilakukan benar-benar ikhlas dan mengikuti cara yang diridhai Allah Tabaraka wa Ta’ala. Inilah golongan yang ibadahnya makbul.

Keempat: golongan tidak ikhlas juga tidak mutaba’ah

Golongan ini, kerap ber-make up dan berhias diri dengan aneka kebaikan, namun tujuannya sekedar untuk ditonton, riya di hadapan manusia. Kendati tampak menguasai seni ilmu seperti fiqih, ibadah,  juga terlihat zuhud, namun tidak beribadah kecuali dengan cara bid’ah dan tujuannya riya, sum’ah, dan amat senang dipuji dengan sesuatu meski belum pernah dikerjakan. Inilah golongan yang terburuk.

لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَفْرَحُونَ بِمَا أَتَوْا وَيُحِبُّونَ أَنْ يُحْمَدُوا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوا فَلَا تَحْسَبَنَّهُمْ بِمَفَازَةٍ مِنَ الْعَذَابِ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Janganlah sekali-kali kamu menyangka, hahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.” [Surat Aal-E-Imran: 188]. Semoga bermanfaat!

Jum’at, 19 Agustus 2016

[Marwan AM, حفظه الله تعالى وغفر الله له ولوالديه]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*