Cara Satpam Ma’had Ini Memanfaatkan Kekosongan Saat Bertugas Patut Ditiru-teladani

WhatsApp Image 2016-09-06 at 03.49.53
Abu Zahira tengah membaca Al-Quran di bibir gerbang santri
Saat setiap hari jutaan orang di belahan dunia ‘melupakan’ Al-Qur’an, hal itu tak dilakukan Abu Zahira (39) warga Aikmel Utara, Dasan Lian, Kabupaten Lombok Timur. Pria paruh baya tersebut, di sela-sela kosong saat menjalani tugas tak lupa menyempatkan diri membaca kalamullah.
 
Abu Zahira yang bekerja sebagai satpam di Ma’had Assunnah, Bagik Nyaka, Aikmel ini memang beda. Sebab, kendati sedang bekerja, dirinya selalu membawa Al-Qur’an, hal yang langka dilakoni banyak orang zaman ini. Bila di pondok santri/wati biasa terlihat menenteng dan mendengungkan ayat suci mungkin wajar adanya. Namun satpam yang notabene awam (baca: bukan penuntut ilmu), terhitung dengan jari yang melakukannya.
 
Pria yang memiliki 2 orang anak ini, memang bekerja sebagai marbot di masjid Babussalam Assunnah Dasan Lian, namun merasa perlu profesi tambahan, dirinya melamar untuk dijadikan tukang ronda. Gayung bersambut, Ma’had yang tengah membutuhkan saat itu, langsung menerima pinangannya.
 
Dua bulan berperan sebagai ‘kelelawar malam’, entah atas inisiatif siapa, untuk membantu tugas Pak Ajab (satpam senior), Abu Zahira digeser menjadi satpam. Saat diangkat, saya sempat kaget, sebab Abu Zahira sama sekali tidak mafhum dunia yang biasa digeluti Pak Ajab ini. Namun atas bantuan orang Mantang, penggemar futsal itu, Abu Zahira belakangan mengerti-paham tugas barunya serta menikmati. Bahkan saat dirinya menjabat, pengunjung dan santri menyukai kecakatannya.
 
Di mata istrinya juga banyak orang, Abu Zahira sendiri merupakan sosok yang ramah dan tamah, sopan dan santun, tak sungkan bersedekah dengan senyum. Terhadap siapapun, apalagi ustadz, dirinya selalu takzim. Hebatnya, pria yang suka dikelilingi malaikat alias rajin menghadiri majlimmu ini, gampang dimintai pertolongan. Terbukti, motor pewarta dipastikan selalu aman. Maklum, empunya khawatir-takut dibawa kabur orang lain tanpa izini..hehe.
 
Salasa (6/9) pagi tadi, Abu Zahiro yang hanya tamat sekolah dasar (SD) itu kedapatan membaca Al-Qur’an. Fotonya tengah melantunkan ayat suci di sela-sela berjaga di bibir gerbang santri, dikirim ke grup Whatsapp Pontren Assunnah oleh Ustadz Abdullah, Pimpinan Ma’had Assunnah. Foto tersebut disertai tulisan berbunyi: “Isilah Waktu Kosongmu dengan Dzikrulloh”.
 
Ditanya apa yang mendorongnya? “Daripada bengong-kosong, mending baca Al-Qur’an untuk meraih ribuan pahala,” katanya sembari menambahkan dalam dua hari dengan durasi 1 jam per hari mampu menghafal satu halaman. Di Pondok tahfidz bisa jadi terdengar biasa, namun bagi satpam jumlah segitu tentu terbilang wow. “Nikmati pekerjaan, apapun itu, yang penting halal dan ibadah lancar,” pesannya.
Apa yang dilakukan Abu Zahira seolah mengingatkan kita semua, mengingatkan orang-orang yang kerap lupa membaca Al-Qur’an, lupa berzikir dengannya. Mungkin, Abu Zahira juga memanfaatkan sela waktunya demi mendulang keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah yang artikelnya berseliweran di medsos, di mana pahala setiap kebaikan dilipatgandakan. Semoga bermanfaat!
 
Selasa, 6/9/2016
 
[Marwan AM, حفظه الله تعالى وغفر الله لوالديه]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*