Di Antara Pelajaran Bermakna yang Pernah Saya Baca

ilustrasi-perahu-pinisi-milik-suku-bugis-sulawesi-selatan_20151231_104830 (1)

 

قَالَ سَآوِي إِلَىٰ جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاءِ

[“Anaknya menjawab: “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!”.”]

{Mengikuti akal}

 

قَالَ لَا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلَّا مَنْ رَحِمَ

[“Nuh berkata: “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang”.”]

{Mengikuti wahyu}

 

ۚ وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِين

[“Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.” [Surat Hud 43]]

 

Pelajaran: Setiap orang yang mendahulukan akal daripada wahyu (Al-Qur’an/Hadist), pasti akan tenggelam dalam kegelapan hawa nafsu, bid’ah dan kebodohan.

 

[Alih Bahasa: Marwan AM, حفظه الله تعالى وغفر الله لوالديه]

 

 

 

 

 


Di Mana Imanmu? Zina di Kompleks Pekuburan

 

stop-zina (1)

Kuburan seyogianya dikunjungi untuk ingat mati, bagi siswi berinisial CL (14) dan pacarnya malah dijadikan tempat mesum. Setelah dipergoki ayahnya, ternyata perbuatan haram tersebut sudah dilakoni dua kali, yang pertama di kompleks pekuburan desanya. Di mana imanmu?

Sepertinya iman CL benar-benar dicabut dari hatinya, remaji yang masih bau kencur asal Kecamatan Wori, Minahasa Utara, Sulawesi Utara itu tertangkap basah hendak melakukan mesum bersama pacarnya. Keduanya ditemukan sudah tak berbusana di dalam kamar.

Ayahnya memergokinya saat melintasi kamar yang ditempati CL. Mendengar suara aneh dari balik tembok, tanpa pikir panjang pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai nelayan itu langsung membuka pintu kamar tersebut. Tak disangka, dua pasangan haram itu tengah bersiap-siap untuk berzina yang ketiga kali.

Ayahnya yang nyaris tidak percaya dengan apa yang telah disaksikan, langsung mengintrogasinya. Menurut pengakuannya, CL ternyata sudah melakukan perbuatan cabul itu dua kali, yang pertama di kompleks pekuburan dan yang kedua di rumah saat kedua orangtuanya di luar.

“Yang ketiga belum sempat melakukan hubungan badan karena terlebih dahulu dipergoki oleh ayah,” ujar CL seperti dilansir Kompas.com.

Berita terkait perzinahan, bahkan dilakukan siswi SD sudah bosan telinga mengonsumsinya. Apa yang mereka perbuat seakan ‘membenarkan’ sabda Nabi shallahu ‘alaihi wasallam:

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ

“Akan datang pada umatku beberapa kaum yang menghalalkan ZINA.” [HR: Bukhari]

Berzina pun sudah tak pandang tempat, tak peduli di mana saja yang penting libido liarnya terpenuhi. Bahkan kuburan yang merupakan bagian untuk ‘mengecas’ iman, dianjurkan mengunjunginya untuk ingat mati, dijadikan ajang mesum. Di mana imanmu? Terbukti apa yang disabdakan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

لَا يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ

Orang yang berzina itu tidak beriman saat dia melakukan perbuatan zina [HR:Bukhâri dan Muslim]. Juga dalam hadist yang lain,

مَنْ زَنَا أَوْ شَرِبَ الْخَمْرَ نَزَعَ اللهُ مِنْهُ اْلإِيْمَانَ كَمَا يَخْلَعُ اْلإِنْسَانُ اْلقَمْيصَ مِنْ رَأْسِهِ

Siapa yang berzina atau minum khamr maka Allah mencabut keimanan dari orang itu sebagaimana seorang manusia melepas bajunya dari arah kepalanya. [HR: Al-Hâkim].

Kendati berulangkali zina terjadi dan pelakunya dihukum moral, digelandang ke kantor polisi, tak ada sama sekali efek urung bagi calon pelaku lainnya, malah yang terjadi sebaliknya, perzinahan kian marak atas nama suka sama suka serta dikemas dengan nama yang lebih indah padahal hakikatnya sama. Jika saja hukum Islam dijalankan, insyaAllah kita tidak akan lagi mendengar anak SD, SMP, dan yang lainnya berzina.

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kamu kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akherat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman. [an-Nûr/24:2].

Dengan hukuman ini, kalau pun tidak bisa melenyapkan perzinahan di seluruh bumi Indonesia, minimal dapat mengurangi jumlahnya yang nyaris tak terbendung. Dan kita amat yakin, dengan hukum rajam, siapa pun bakal pikir-pikir dulu sebelum berzina. Dengan kata lain, berani berzina berani dirajam dan atau dipanggang di Neraka. Semoga bermanfaat!

Diolah dari:

http://regional.kompas.com/read/2016/08/23/20584721/siswi.smp.tepergok.orangtuanya.tak.berpakaian.bersama.sang.pacar

Kamis, 25 Agustus 2016

[Marwan AM, حفظه الله تعالى وغفر الله لىوالديه]

 

 


Ustadz Abdullah Husni: Tanpa Amar Ma’ruf Nahi Mungkar, Ummat akan Hancur

WhatsApp Image 2016-08-23 at 14.03.22
Kajian bersama Ustadz Abdullah Husni, Lc hafidzahullah

Alhamdulillah, Allah tiada henti mencurahi kita nikmat, maka kita juga harus tiada henti bersyukur. Agar Allah terus menambah nikmat kepada kita, ditambah iman, hidayah, dan ditambah mengerjakan Sunnah, hingga kelak kita diwafatkan dalam keadaan di atas iman dan di atas Sunnah.

Seabagaimana termaktub dalam kitab Riadhussholihin, ma’ruf harus ditinjau dari syariat dan akal. Demikian pula mungkar juga harus ditinjau dari syariat dan akal. Keduanya adalah tolak ukur untuk menentukan sesuatu itu ma’ruf atau mungkar.

Tanpa kecuali, setiap orang diminta beramar ma’ruf nahi munkar. Bila keduanya diabaikan atau tidak dijalankan, disinyalir agama akan lenyap dan alamat manusia akan hancur…Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama itu nasihat”. Kalau tidak ada nasihat agama pasti bakal minggat dari kehidupan ummat.

Apa yang dialami Bani Israil zaman dahulu cukup sebagai pelajaran. Konon mereka dihujani berbagai azab, orang-orang Israil menuai laknat dari Allah, di mana mereka hancur lebur oleh badai, topan, penyakit dan aneka azab lainnya akibat tak beramar ma’ruf nahi mungkar. Agar selamat dari azab Allah, maka kita wajib beramar ma’ruf nahi mungkar, bila tidak, maka tunggulah siksaan Allah.

Orang-orang kafir Bani Israil telah dilaknat oleh Allah melalui lisan Dawud dan Isa bin Maryam. Mereka dilankat karenat elah durhaka dan melanggar syairat Taurat dan Injil. Orang-orang kafir Bani Israil tidak mau berhenti dari kebiasaan menentang syairat Allah. Amat buruk kebiasaan yang telah mereka lakukan itu. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” (QS. Al-Ma’idah: 78-79).

Celakanya, bila kemungkaran dibiarkan, azab yang turun bukan hanya menimpa pelakunya, namun semua orang bakal turut merasakannya. “Tugas kita hanya mencegah, diterima atau tidak, sebab demikian itu akan menyelamatkan kita,” jelas ustadz Abdullah.

Beramar ma’ruf dan nahi mungkar merupakan karakter seorang yang beriman,

من رأى منكم منكرا فليغيره بيده، فإن لم يستطع فبلسانه، فإن لم يستطع فبقلبه، وذلك أضعف الإيمان .وفي رواية : ليس وراء ذلك من الإيمان حبة خردل

Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah,” sabda Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda dalam riwayat Muslim.

Dari hadist yang mulia ini, dalam mengingkari kemungkaran ada tiga tingkatan:

• Mengingkari dengan tangan.
• Mengingkari dengan lisan.
• Mengingkari dengan hati.

Bila tak mampu dengan hati, di mana ia adalah tingkatan paling lemah, maka pertanda tak memiliki ‘iman’ . Hingga dalam riwayat lain disebutkan, tak memiliki iman walau sebesar atom.

Diolah dari: Kajian rutin Selasa (23/8) malam (malam Rabu), oleh Ustadz Abdullah Hunsi, Lc hafidzahullah.

Rabu, 24 Agustus 2016

[Marwan AM, حفظه الله تعالى وغفر الله لوالديه]


Jurus Sakti Memahirkan Diri Berbahasa Arab Ala Santri Ma’had Assunnah

13707731_635006843330475_2443860555180550722_n
Santri Ma’had Assunnah tengah mencatat kosa kata Bahasa Arab

Satu di antara sekian kegiatan Qismullughoh (seksi Bahasa) di Ma’had Assunnah adalah mencatat mufrodat (kosa kata). Langkah ini diterapkan, karena mufrodat kunci paling utama menguasai bahasa, dalam hal ini Bahasa Arab. Hebatnya, kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh santri, bisa dilihat mereka beramai-ramai berburu kata yang tertulis di papan Bahasa.

Bisa dibilang mustahil menguasai Bahasa, bila tak memiliki mufrodatnya. Ibarat mendirikan tembok, mufrodat merupakan batu-batanya sementara kaidah adalah semen yang mengikat satu bata dengan bata yang lain. Dengan ungkapan lain, menguasai mufrodat tak ubahnya menguasai bahasa itu sendiri, adapun kaidah merupakan perangkai antara satu mufrodat dengan mufrodat yang lain, hingga menjadi sebuah kalimat yang dapat dipahami.

Abu Fadhil yang diamanahi seksi ini, tahu betul apa yang dibutuhkan segera oleh santri, karenanya mereka diminta-haruskan mencatat lalu mengafal apa yang ditulis. Hasilnya? Kian hari Bahasa Arab para penimba ilmu itu kian berkembang dan berbuah, hal ini bisa dirasakan saat bercakap-cakap, mereka mudah memahami ketika diajak bicara, kendati mengucapkannya (sebagian) masih mirip keran tersumbat.

Agar mahir berbahasa, jurus paling sakti adalah aksi. Mufrodat yang telah dihafal kalau tidak diucapkan, laksana apel yang dimasukkan ke dalam mulut tapi tidak dikunyah, mulut pasti tidak akan bisa terus menahannya dan pasti akan dimuntahkan. Dengan kata lain, tanpa digunakan, mufrodat tersebut dengan cepat akan minggat, sebab otak tak kuat lama-lama menjadi sarangnya. Akibatnya, hafalan sia-sia, mulut tetap menganga.

Sejatinya, belajar Bahasa Arab gampang-gampag mudah, bacaannya jelas, kaidahnya terstruktur dan sistimatis, susunannnya tidak belepotan, kaya akan kosa kata, dan sarat akan kandungan dan makna, dibanding bahasa yang lain. Dan yang pasti mempelajarinya sarana mendulang pahala. Tinggal kemauan saja yang harus dipompa.

Rabu, 27/7/16

[Marwan AM, حفظه الله تعالى وغفر الله لوالديه]


MasyaAllah! Mahar Nikah Paling Unik

13770382_635127413318418_2144728420849065933_n
Masjid Nurul Fatah, Apitaik, Pringgabaya, Lombok Timur

Akad nikah antara pasangan Cenk Cunk warga Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur dengan Ari Mildayni dari desa yang sama, Rabu (26/7), mengundang decak kagum para saksi nikah. Bukan karena penampilan kedua pasangan yang serba biru, bukan pula karena keduanya berdarah Bangsawan atau pejabat, namun maharnya yang unik.

Membaca status Ustadz kami, Rohil Hayat, saya terpana. Status yang diberi judul “Luar Biasa” itu, ternyata memang demikian dan langka. Di mana-mana, kita mungkin kerap mendengar akad nikah dengan mahar emas segede panci, segepok rupiah, minimal seperangkat alat sholat, atau sekian hafalan AlQur’an.

Di pesantren Nurul Fatah, di hadapan Bapak KUA Kecamatan Pringgabaya, kepala desa Bagik Kedok Lauk dan jajarannya serta di hadapan keluarga dan saksi, Cenk Cunk melangsungkan akad dengan Mildayni cuma bermaharkan Segelas air Putih. Allahu akbar, hebat, kan? Cuma segelas air putih!

Mahar serupa itu bila dilihat dari kacamata materi, orang pasti akan memejamkan mata. Namun bila dilirik dari kacamata agama, amat sangat istimewa, dianjurkan dan kedua pasangan bahkan dijanjikan akan menuai berkah dalam pernikahannya. “Sesungguhnya pernikahan yang paling berkah adalah pernikahan yang bermahar sedikit, ” sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam riwayat Abu Daud.

Apa yang dicontohkan Cenk Cunk, sebenarnya agak menampar, kenapa? Dia yang biasa, mampu mengaplikasikan sesuatu yang kerap menjadi sandungan para bujang untuk menikahi pujaannya, sebab, calon mertua kadang kebablasan, tak sedikit di antara mereka minta rumah, kolam renang, dan seember koin sebagai mahar putrinya. Celakanya, sebagian adalah orang-orang yang sudah berulangkali keluar masuk majlis ilmu.

Semoga saudara Cenk Cunk dan saudari Ari Mildayni.. menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah warrahmah…dan dikaruniai keturunan yang sholih dan sholihah…..

بارك الله لك و بارك عليك و جمع بينكما في خير
Rabu, 27/7/2016

[Marwan AM, حفظه الله تعالى وغفر الله لوالديه]


Agar Anda Tidak Enggan Lagi Memondokkan Anak Karena Biaya

13567039_634545460043280_7358843893771390039_n
Santri SD dan SMP Ma’had Assunnah tengah menuju kelas masing-masing

Santri Ma’had Assunnah SD hingga SMA, di pagi hari, melihat mereka berangkat sekolah sesejuk melihat embun di daun pisang. Sebagai orangtua, mempunyai anak di antara mereka rasanya memiliki sebuah anugrah tiada banding. Fasalnya, yang mereka kejar bukan berlian, bukan pula emas permata, tapi panduan menuju surga, ilmu agama.

Seakan membuka pintu berkah dari langit, anak-anak itu sedang menapaki jalan menuju kebaikan, menapaki jalan menuju kemenangan, keberkahan, dan menpakai jalan menuju sebaik-baik tempat dan sebaik-baik kenikmatan. Sepertinya, mengorbankan harta untuk mereka tak akan sia-sia, sebaliknya akan menangguk ganjaran berupa surga.

Melihat semangat dan antusias mereka menimba ilmu lalu tak didukung, orangtua serupa ini sunnguh naif (diluar yang tidak mampu), kenapa? Sebab mereka tidak sekolah saja, pasti juga akan dikasih makan, dipenuhi segala kebutuhannya. Orangtua semacam ini ibarat pedagang yang tidak menggunakan modal untuk meraih untung atau menyia-nyiakan modal. Jika menuntut ilmu mengeluarkan biaya, tidak menuntut juga merogoh kantong. Lantas mengapa kita masih mengeluh dengan biaya tak seberapa?

Saya pernah menjumpai anak-anak negeri, melihat apa yang mereka kerjakan membuat saya sedih. Sedih bukan karena menemukan mereka tidak makan, tidak minum, dan berpakaian compang-camping, tapi sedih karena mereka sibuk bermain game. Saat itu sedang beli pulsa di sebuah Counter Hape plus. Plus maksudnya selain jual hape, pulsa, pemiliknya juga buka rental game. Anak-anak yang berumur di antara 9-14 tahun itu ternyata banyak mangkal di rental game itu, bukan di sekolah, bukan pula di pondok.

Sedih! Entah orangtuanya tahu atau tidak, sengaja dibiarkan atau tidak, yang pasti masa kanak-kanak seperti itu, otak dan ingatan mereka sedang fresh, seharusnya yang diukir di benaknya bukan game, tapi ilmu. Saat itu, saya merenung sejenak, dalam hati saya mengatakan: “Saya yakin, orangtua manapun kalau disuruh memilih, lebih senang mana, membiarkan anaknya sibuk bermain game atau melihatnya melantunkan AlQur’an, membaca hadist, dan lain sebagainya di pondok, mereka pasti menolak yang pertama. Tapi faktanya (sebagian) sebaliknya.

Bagi orangtua, anak-anak itu kelak akan menjadi amal jariahnya, akan menjadi penyejuk hatinya, akan menjadi penerang jalannya, bila memang benar-benar dibuat demikian. Tapi bila sebaliknya akan menjadi boomerang, faktanya di dunia saja, akibat tak mendapat pendidikan agama, mereka enteng memaki ayah-ibunya, alih-alih ketika keduanya mati akan didoakan. Masih enggan memondokan anak gara-gara biaya?

Selasa, 26/7/2016

[Marwan AM, حفظه الله تعالى وغفر الله لوالديه]


Berburu Ilmu, Berburu Surga

13879230_642504765914016_8533987312756247573_n
Santri Ma’had Assunnah tengah menyimak tausiah pagi

Santri Ma’had Assunnah terlihat antusias menyimak tausiah pagi. Keberadaan remaja yang berasal dari berbagai 9, desa dan kota tersebut di Ma’had Asuunnah tak lain kecuali untuk menimba ilmu. Alhamdulillah Ma’had yang beralamat di Jalan Jurusan Labuhan Lombok ini, merupakan salah satu Ma’had yang bermimpi untuk membangun generasi emas dari berbagai sisi; akidah, akhlak, muamalah dan juru dakwah.

Saat ini, ilmu agama seperti barang langka, langka karena tidak banyak yang mencarinya, langka karena sedikit yang mengilmuinya, langka karena sedikit yang menggemarinya, dan langka karena diyakini pencarinya tak punya masa depan. Saking langkanya, dalam satu kampung, desa, dari sekian penduduknya, bisa dihitung dengan jari yang memilki ilmu.

Setiap pagi, ketika berada di gerbang Ma’had, saya tersuguhi pemandangan yang menarik. Wali murid SD, TK, berbondong-bondong datang mengantar putra-putri mereka. Salut bin takjub menengok semangat dan antusias orang-orang desa itu. Di saat orang lain berebut menuju pasar, tempat kerja, mereka ramai mengantar anak-anaknya menuju sekolah.

Gairah dari wali murid yang jumlahnya tak seberapa itu (dibanding yang tidak), membuat saya tertegun. Di tengah nadirnya para penuntut ilmu, mereka diberi hidayah oleh Allah gelora, kesadaran untuk menyekolahkan putra-putrinya. Saya tidak bisa menebak apa yang ada di benak mereka, yang jelas langkah mereka tentu sebuah kebaikan yang akan dipetik buahnya di kemudian hari. Sebagai orangtua, tanggung jawab mendidik anak pasti akan ditagih oleh Allah. Barangkali apa yang mereka lakukan upaya untuk menyelamatkan diri dengan memenuhi tanggung jawab tersebut.

Saya yakin Anda sepakat, ilmu agama adalah satu-satunya yang dapat membentuk manusia berakidah baik, berakhlak mulia, dan beribadah kepada Allah. Tanpa ilmu, pasti akidah, akhlak dan ibadahanya masih dipertanyakan. Sebab segala sesuatu tak akan bernilai di sisi Allah tanpa mengikuti agamaNya.

Karenanya, berburu ilmu, sejatinya sama dengan berburu surga, seberapa penting surga bagi seseorang, maka sedemikian itu pentingnya ilmu. Ada banyak hadist yang memberikan sinyal bahwa ilmulah pengantar menuju surga. Di antaranya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ومن سلك طريقا يلتمس فيه علما سهل الله له به طريقا إلى الجنة

“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mempermudah baginya jalan menuju surga” (H.R Muslim).

Juga,

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkannya dalam urusan agama.” (HR. Bukhari ).

Dari kedua hadits ini, kebaikan apa dan mana lagi yang dapat menjadi kendaraan menuju surga, selain kebaikan atas dasar ilmu agama yang benar.

Sayangnya,masih saja ada orang yang enggan menuntut ilmu dan atau menyekolahkan anak mereka di Ma’had yang mengajarkan Sunnah.

Kamis, 11 Agustus 2016

[Marwan AM, حفظه الله تعالى وغفر الله لوالديه]


Kita Butuh Seribu Lagi Sekolah Sunnah

13681097_636436296520863_6556659495684097988_n
Alamat Yayasan Ath-Thohir

Dalam acara pemuda Labuhan Lombok, Jumat (29/7) pagi, puluhan rekan PTK Assunnah termasuk saya diundang. Pada acara yang berisi pertandingan futsal dan makan bersama tersebut, hadir juga Ustadz. Sofyan Bafin Zen. Sejatinya, bagi saya pribadi lebih ingin bertandang ke Yayasan Ath-Thohir, kabarnya, acara makan bersama akan diadakan di sekolah tersebut. Kenapa saya tertarik ke sana? Berikut alasannya.

Ahamdulillah seiring tahun berganti, dakwah Sunnah yang dulu pertama kali disampaikan Syaikh Husni rahimahullah, buahnya kian terasa. Di Lombok, di berbagai tempat, orang-orang yang sudah menerima Sunnah kian bertambah, kendati tak seberapa dibanding orang yang menentangnya.

Labuan Lombok, kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, salah satu tempat dakwah Sunnah mulai mendapat tempat di hati ratusan pemuda. Terdiri dari beragam latarbelakang, pemuda-pemuda tersebut kini sudah bersatu di atas manhaj dan akidah salafussholeh, kajian demi kajian tak pernah putus diadakan dengan mendatangkan berbagai ustadz dan dai.

Yang saya lihat, dibanding jamaah kajian lain, antusias dan semangat mengikuti dan bertanya terkait ilmu satu tingkat lebih tinggi. Hebatnya, mereka juga bukan orang-orang yang kaku dalam bergaul dan bersikap, untuk menarik kawan-kawan yang lain, mereka tak tanggung-tanggung mengadakan berbagai kegiatan, ya salah satunya main futsal, makan bersama yang kerap diakhiri dengan tausiah, dan lain sebagainya.

Yang menakjubkan, mereka memiliki nawacita luar biasa, ilmu dan pemhaman yang dimiliki tak ingin dikoleksi sendiri. Untuk menularkannya, didirikan sebuah yayasan, sekolah SD dan TK untuk generasi di sekitar mereka, minimal buat anak keturunan sendiri. Ahamdulillah, selama didirikan tak ada hambatan dan kendala yang berarti, kecuali saat penerimaan baru muncul fitnah, namun dapat diredam dengan baik.

13680827_636436439854182_4168765282328301006_n
Lokasi Yayasan Ath-Thohir, Labuhan Lombok, Lombok Timur

Sekolah yang berlokasi di desa Pererengan, Kecamatan Pringgabaya, yang berjarak sekitar 200 meter dari jalan aspal itu, mulai dioperasikan tahun 2016 ini. Untuk tahun perdana, mereka sudah mengumpulkan 70 an siswa dan siswi baru. Melihat lokasi dan gedung sekolahnya, jumlah murid tersebut merupakan indikasi yang menjanjikan. Memang harapan mereka, juga kita semua, kelak sekolah tersebut mampu menjadi sekolah yang besar dan menjadi pusat ilmu di Labuhan Lombok untuk mencetak generasi rabbani.

Karenanya, dalam nasihatnya usai makan siang bersama, Ustadz. Sofyan meminta mereka terus bahu-membahu, memberikan apa yang bisa diberikan, termasuk ide dan masukan untuk mengembangkannya. Juga, mereka diminta merasa memilki, dengan demikian akan membuat mereka mengerahkan segala kemampuan.

Karena masih merintis, sekolah yang diberi nama Ath-Thohir itu dibanding sekolah yang lain, gedungnya masih kalah jauh, ruangan dan meja-meja yang digunakan seadanya, masjidnya juga masih berdindingkan pagar, itu pun tingginya baru sampai leher orang berdiri. Namun saya yakin, dengan tujuan yang mulia, sekolah ini insyaAllah memiliki masa depan yang cerah, secerah matahari di ufuk timur Labuhan Lombok.

Menengok generasi Islam di berbagai desa, yang saban hari diwarisi ajaran, tradisi “tak karuan”, mendirikan sekolah Sunnah merupakan salah satu jalan untuk menyelamatkan agama mereka. Bagaimanapun, mereka adalah tanggungjawab kita semua, agar mereka menjadi generasi yang Rabbani, yang akan meneruskan dan menjalankan Sunnah Rasul di masa mendatang. Karenanya kita butuh seribu lagi sekolah Sunnah.

Jumat, 29/7/2016

[Marwan AM, حفظه الله تعالى وغفر الله لوالديه]


15 Poin Penting dari Kajian Syaikh Muhammad Musa Alu Nasr hafizdahullah (Ulama Yordania)

WhatsApp Image 2016-08-04 at 14.24.33
Jamaah yang menghadiri kajian Syaikh Musa Alu Nasr hafidzahullah

Tema: Mengupas Hadist Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam:

إِنَّ اللهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلاَثًا وَيَكْرَهُ لَكُمْ ثَلاَثًا، فَيَرْضَى لَكُمْ أَنْ تَعْبُدُوهُ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَأَنْ تَعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَأَنْ تُنَاصِحُوا مَنْ وَلاَّهُ اللهُ أَمْرَكُمْ؛ وَيَكْرَهُ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ

“Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala meridhai untuk kalian tiga hal dan membenci dari kalian dari tiga hal:

Allah Subhanahu wata’ala meridhai kalian agar beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun; berpegang kuat dengan agama Allah Subhanahu wata’ala semuanya (bersatu) dan tidak berceraiberai; serta agar menasihati orang yang Allah telah jadikan sebagai penguasa bagi kalian.

(Dan Allah) membenci kalian dari mengatakan (setiap apa yang) dikatakan (kepada kalian), banyak bertanya, dan membuang-buang harta.” (HR. Ahmad dan Muslim).

Tidak ada ilmu agama di dunia ini kecuali telah diajarkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wassllam, hingga burung yang terbang di langit pun ilmunya dikabarkan oleh beliau.

عَنْ أَبِى ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: تَرَكَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا طَائِرٌ يَطِيْرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلاَّ عِنْدَنَا مِنْهُ عِلْمٌ
Dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah pergi meninggalkan kami (wafat) dan tidaklah seekor burung pun yang terbang dengan kedua sayapnya melainkan kami memiliki ilmunya.” [HR. Ibnu Hiban]

1) Dari hadist ini ada tiga hak Allah yang disebutkan; mentauhidkanNya, berpegang teguh dengan agamaNya, dan mematuhi pemimpin selama diajak kepada kebaikan. Bila hak-hak tersebut tidak ditunaikan, maka Allah akan murka kepada manusia.

2) Dari hadist ini Allah menyatakan bahwa diriNya memiliki sifat ridho yang tidak boleh diselewengkan maknanya. Dia ridho ditauhidkan, ridho orang yang berpegang teguh dengan agama, dan ridho dengan orang yang mentaati pemimpin.

ولكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ

“Tetapi Allah menjadikan kamu “cinta” kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan.” [Surat Al-Hujurat 7]

3) Ibadah kepada Allah harus dibarengi dengan kecintaan kepadaNya, baru ibadah akan sempurna, ini termasuk menghambakan diri kepada Allah. Sebab kadang kita tunduk kepada seseorang, namun belum tentu kita mencintainya.

وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ

“Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.” [Surat Al-Baqarah 165]

4) Tidak ada permusuhan dalam tauhid Rububiyah, sebab semua orang mengakui Allah yang menciptakan segala sesuatu dan seterusnya. Namun mereka bermusuhan terakait tauhid uluhiyah.

5) Kata Ibnu Taimiyah rahimahullah: “Islam dibangun atas dua pondasi, tidak menyekutukan Allah dan tidak beribadah kecuali dengan cara yang telah disayriakan oleh Islam.”

6) Jangan sekali-kali menyekutukan Allah sekalipun dicincang, dibakar dan lain sebagainya. Telah banyak kisah jaman dahulu teguhnya iman mereka, hingga tak gentar dibakar, dimasukkan ke dalam air yang mendidih. Sebalik orang-orang yang menyekutukan Allah akan ditimpakan siksaan, penderitaan seperti kaum-kaum terhadulu. Semua ini disebabkan karena tidak mentauhidkan Allah.

7) Kelak kiamat akan terjadi tatkala orang-orang sudah tidak bertauhid seperti yang telah dikabarkan oleh Nabi. “Kiamat tidak akan datang hingga tidak ada orang yang mentauhidkan Allah.”

8) Allah memerintahkan untuk bersatu, dan tidak mungkin bersatu tanpa tauhid.. karena tauhidlah yang menyatukan ummat. Sebagaimana firman Allah:

إِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ

“Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.” [Surat Al-Anbiya’ 92]
.
Sebaliknya syirik pemecah belah, ketika orang tidak bertauhid maka mereka pasti akan terpecah-pecah. Syirik adalah pemecah belah sebagaimana firman Allah:

مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا ۖ كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُون

“Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” [Surat Ar-Rum 32]

9) Meninggalkan tauhid akan menhghancurkan ummat, karenanya kita diperithakan untuk bersatu. Bersatu dengan kitab Allah, yakni Alqur’an dan apa saja yang dijalani Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat.

10) Dari hadist di atas, dilarang keras berpecah belah, sebaliknya harus bersatu. Berselisih akan menggunting kalian, bukan menggunting rambut tapi menggunting agama kalian.

11) Di Lombok telah ramai pariwisata, mereka tengah diintai musuh-musih Islam. Orang-orang kafir risau kian banyaknya orang yang beribadah kepada Allah, orang-orang yang mentauhidkan Allah. Mereka terus berusaha menghancukannya. Namun demikian Allah akan menjaga mereka, karena Allah berjanji akan menjaga mereka, mengkokohkan mereka, Allah akan gantikan rasa takut dengan rasa aman. Sebab apa? Sebab karena mereka mentauhidkan Allah. Allah pasti akan menyatukan kita bila bertauhid, sebaliknya bila bersatu bukan di atas tauhid, itu pasti semu dan akan hancur.

12) Kesyirikan akan memecah belah, bid’ah-bid’ah akan memecah belah, partai-partai akan memecah belah, segala sesuatu yang menyelisihi ajaran islam pasti akan memecah belah… Namun dengan meninggalkan itu semua Allah pasti akan menyatukan kita, menjaga dan melindungi kita.

13) Kalimat yang ketiga dari hadist di atas, “Kalian menasihati orang yang memimpin kalian”. Kita diperinthakan untuk menasihati mereka, namun bukan dengan mengumbar aibnya, dan yang berhak menasihati adalah para ulama. Tidak boleh sama sekali mengompori orang untuk mengkudeta, merusak, mendemo, mogok makan, anarkis dan lain sebagainya. Cara-cara demo, merupakan cara orang kafir. Ingat, keamanan berangkat dari keimanan. Demi keamanan ini, kita harus jaga sebagaimana kita menjaga diri kita, menjaga mata kita, telinga kita dan seterusnya.

14) Saat terjadi fitnah, segera tuntut ilmu, ajaklah manusia dengan lemah lembut. Karena kelembutan akan selalu indah di manapun dan sampai kapanpun.

15) Potohan berikut hadist di atas, Allah membenci pada kalian, qila wa qola, suka menebarkan berita tanpa tahu betul isinya dan dari mana asalanya. Ini haram hukumnya. Meminta-minta juga dibenci padahal memiliki kecukupan, atau maksudnya adalah bertanya untuk menguji guru, atau bertanya yang tidak perlu, atau bertanya untuk hal yang mustahil. Juga kita dilarang menyia-nyiakn harta, seperti merokok. Ini termasuk tabzir, dan orang yang menghamburkan harta bersama setan, dan ini termasuk dosa besar. Bukan termasuk menghamburkan harta, bila digunkan untuk membangun masjid, diinfakkan di jalan Allah.

16) Semoga Allah menjadikan kita paham akan agama ini, mengikuti apa yang ada di dalam Alqur’an, dan agar dijauhkan dari berbagai fitnah, baik yang nyata maupun yang tidak. Amiin…

Masjid Sulaiman Fauzan Al-fauzan, Kamis, 4/8/16

[Marwan AM, حفظه الله تعالى وغفر الله لوالديه]


Ini Identitas Yahudi yang Sesungguhnya

 

1) Mereka mensifati Allah Tabaraka wa Ta’ala dengan sifat kekurangan

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ

“Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah”.”[Surat At-Tawbah 30].

وَقَالَتِ الْيَهُودُ يَدُ اللَّهِ مَغْلُولَةٌ

“ Orang-orang Yahudi berkata: “Tangan Allah terbelenggu”.”[Surat Al-Ma’idah 64].

2) Pembunuh para nabi

وَقَتْلِهِمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ

“Dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar.” [Surat An-Nisa’ 155].

3) Mengubah perkataan (firman Allah) dari tempat-tempatnya

مِنَ الَّذِينَ هَادُوا يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ

“Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya.” [Surat An-Nisa’ 46]

4) Mereka adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong dan banyak memakan yang haram

سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ
أَكَّالُونَ لِلسُّحْت

“ Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram.” [Surat Al-Ma’idah 42].

5) Manusia yang paling kufur terhadap nikmat

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ

“Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu.” [Surat Al-Baqarah 122]

6) Manusia paling ingkar terhadap kebenaran yang telah jelas dan telah mereka ketahui

فَلَمَّا جَاءَهُمْ مَا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِ ۚ فَلَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْكَافِرِينَ

“Maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.” [Surat Al-Baqarah 89].

7) Manusia paling keras usahanya dalam mengobarkan api fitnah dan peperangan

كُلَّمَا أَوْقَدُوا نَارًا لِلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللَّهُ ۚ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا ۚ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

“ Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.” [Surat Al-Ma’idah 64]

8) Manusia paling sadis dalam memfitnah wanita-wanita mukminah yang menjaga diri

وَقَوْلِهِمْ عَلَىٰ مَرْيَمَ بُهْتَانًا عَظِيمًا

“Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina).” [Surat An-Nisa’ 156]

9) Manusia paling zalim terhadap manusia lainnya dan paling getol menghalangi mereka dari jalan yang benar

فَبِظُلْمٍ مِنَ الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَاتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ كَثِيرًا

“ Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah.” [Surat An-Nisa’ 160]

10) Manusia paling serakah, rakus dan tamak dalam mengumpulkan harta, dengan segala cara, tanpa peduli halal-haram, bahkan dengan cara-cara yang sangat kejam dan sadis

وَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ ۚ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

“Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.” [Surat An-Nisa’ 161]

11) Mereka selalu memandang diri sebagai manusia paling sempurna di antara manusia yang lain padahal banyak memiliki aib dan kekurangan

وَقَالَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَىٰ نَحْنُ أَبْنَاءُ اللَّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ ۚ قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُمْ بِذُنُوبِكُمْ ۖ بَلْ أَنْتُمْ بَشَرٌ مِمَّنْ خَلَقَ ۚ

“ Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya”. Katakanlah: “Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?” (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia(biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya.” [Surat Al-Ma’idah 18]

وَقَالُوا لَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ كَانَ هُودًا

“ Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi….”[Surat Al-Baqarah 111]

12) Mereka selalu memandang bahwa jalan mereka adalah jalan yang paling sempurna dan benar

وَقَالُوا كُونُوا هُودًا أَوْ نَصَارَىٰ تَهْتَدُوا ۗ قُلْ بَلْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۖ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Dan mereka berkata: “Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk”. Katakanlah: “Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik”.

Selasa, 12/7/2016

[Marwan AM, حفظه الله تعالى ورعاه]